Tips Mencari Uang Tambahan Ala Mahasiswa Gen-Z
Aku yakin kalo kamu adalah mahasiswa yang lagi menimba ilmu di tanah orang, dan sekarang bimbang tentang orang tua yang susah payah cari uang demi anaknya yang sedang merantau jauh demi masa depan yang lebih baik. Yang jadi pertanyaan adalah gimana caranya kita bisa ngebantu orang tua yang ada disana tanpa ngeganggu jam kuliah kita. Yup, salah satu caranmya yaitu dengan punya uang sendiri.
"Gan, mahasiswa mana ada yang bisa punya duit sendiri? buat bertahan hidup aja udah kurang-kurang."
-Mahasiswa Gen-Z-
Hmmm, sebenernya kamu itu bukannya kekurangan uang, kamu cuma nggak bisa ngatur keuangan aja. Kamu perlu cara mengatur keuangan yang lebih baik ala mahasiswa kekinian, biar nggak ada lagi kata paceklik di akhir bulan yang selalunya terjadi pada 'hampir' seluruh mahasiswa di tanah air.
Kembali ke topik awal, jadi gimana caranya mencari uang tammbahan yang cocok diterapkan untuk mahasiswa?
Jawabannya ada 2, yaitu kerja part time dan investasi.
Kenapa kerja part time atau sambilan? ya karena ini jalan yang paling jelas buat dapetin cuan secara langsung, tapi konsekuensinya juga ada, yaitu kamu kemungkinan besar akan kesusahan dalam mengikuti kegiatan perkuliahan karena saking sibuknya sama kerja sampingan ini. Meskipun gitu, banyak juga kok temen aku yang kerja sampingannya fleksibel, yaitu dengan jadi kang ojek online. Tapi aku tetep nggak ngerekom ini.
Emang sih kerjanya enak jalan-jalan naek motor, terus dibayar, apalagi kalo penumpangnya cakep. Tapi aku ingetin dulu, itu juga tergantung kamu kuliahnya kek gimana, kalo longgar dan jarang sakit mah ya silahkan ambil part time. Soalnya aku pribadi nggak mungkin ambil part time, tugasnya gak ada habis-habismnya, mulai dari laporan, praktikum, tugas besar, dan banyak lagi. Belum lagi
harus masak buat makan sehari-hari, otomatis mustahil deh buat ambil sambilan.
Berhubung kerja sambilan itu mustahil buatku, aku tanya-tanya deh ke kakak-kakak tingkat, pada kerja apa. Eh, mereka malah ga ada yang kerja, alasannya sama, gaada waktu buat nyari apalagi ngelakuin.
Terus aku mikir, "Kerja apa yang nggak perlu makan waktu ya???", hehe, ternyata jawabannya ngga ada.
Dan terbesitlah di pikiranku, kalo aku nggak bisa kerja, seenggaknya nabung buat bikin projek skripsi nanti jadi nggak perlu minta-minta lagi ke ortu nanti pas ngerjain skripsi. Nabung yang aku maksud disini adalah nabung saham. Kenapa nabung saham? ya karena inilah jalan yang paling mudah buat dapetin keuntungan yang nggak perlu gerak atau makan waktu sedikitpun, "biarkan uang itu bekerja untukmu, jangan bekerja untuk uang".
Langsung deh, aku cari-cari tentang cara berinvestasi saham yang cocok untuk mahasiswa. Nah, disini aku ketemu masalah lagi, dimana aku nggak bisa buka rekening di sekuritas saham cuma gara-gara aku nggak punya NPWP, kalaupun harus bikin itu ribet dan aku ga ada waktu buat gituan.
Berhubung aku merasa tertarik sama dunia duit-duitan model ginia, makin aku dalamin tuh, sampe akhirnya aku ketemu sama yang namanya reksadana. Reksadana sendiri bisa dibilang mirip saham, tapi kita nggak harus beli saham yang harganya sampe jutaan per lot nya. Intinya, reksadana itu kayak kita ngasih modal ke orang, terus orang itu beli saham dari modal kita dan orang-orang lain yang ngasih modal ke dia.
"Emangnya untung investasi di reksadana?"
Untung itu relatif sih, tergantung pinter-pinternya kamu dalam memilih reksadana yang cocok. Tapi normalnya, reksadana nilainya 'hampir' tiap tahun naik, jadi aku no worries aja, toh kalaupun rugi, nantinya juga bakal naik lagi.
Itu aja sih intinya yang mau aku bahas, kerja apapun yang kamu pilih, pastikan itu nggak ngeganggu kuliahmu. Mau pilih part time atau investasi, itu terserah pilihanmu, yang penting lakukan aja mulai dari sekarang.
Oh iya, kalo kamu kepo tentang reksadana dibawah aja biar artikel ini nggak kepanjangan.
Baca juga: Apa itu reksadana?
Tips Mencari Uang Tambahan Ala Mahasiswa Gen-Z
Reviewed by Orif
on
Wednesday, April 15, 2020
Rating: 5
Reviewed by Orif
on
Wednesday, April 15, 2020
Rating: 5